Selasa, 25 Juli 2017

Artis dan Tuntutan Gaya Hidup



Gaya Hidup - Saya tergelitik untuk sedikit membahas hal yang tengah hangat diperbincangkan saat ini. Beberapa hari lalu Indonesia dihebohkan perihal kasus artis yang terjerat dalam dunia prostitusi.

Yang paling membuat tergelitik adalah sebuah benang merah bahwa apa yang terjadi dan dilakukan oleh banyak artis dikarenakan sebuah gaya hidup.

Kadang saya berpikir ketika ada seorang artis yang tidak lagi sering muncul di layar kaca, namun masih sering terlihat di kawasan perbelanjaan elit kota-kota besar seperti Jakarta, apa yang mereka kerjakan untuk menghidupi kehidupannya sehari-hari?

Memang ada beberapa artis yang menghilang dari layar kaca, justru getol dalam membangun bisnis dan bisnisnya terlihat semakin menggurita. Nah, yang tidak terlihat bisnisnya tapi tetap bisa bergaya hidup ala artis, ini yang menjadi pertanyaan.

Sebagai manusia biasa, ketika kita telah menaikkan gaya hidup, maka untuk turun gaya hidupnya bukan sebuah hal yang mudah. Ini karena sifat manusia untuk mencari kenikmatan dan menjauhi kesengsaraan.

Gaya hidup yang naik akan menambah kenyamanan. Tentunya lebih nyaman duduk dan mengendarai mobil seharga Rp 500 juta dibandingkan harus duduk di mobil seharga Rp 100 juta bukan?

Artinya, selain faktor malu, faktor kenyamanan akan menyiksa diri kita ketika sudah mempunyai penghasilan dan ingin memuaskan gaya hidup.

Naiknya penghasilan biasanya akan diiringi naiknya gaya hidup. Dan sialnya, gaya hidup sering lebih tinggi naiknya dari penghasilan karena satu faktor pengungkit yaitu BERHUTANG.

Artis akan terkait dengan penampilan, sangat dipahami bahwa tanpa penampilan yang bersaing, akan sangat sulit mendapatkan kontrak.

Jangankan artis. Saya yang hanya seorang praktisi investasi saja pernah tidak jadi bekerjasama dengan salah satu direksi perusahaan akibat penampilan saya. Ya, penampilan saya dianggap tidak menjual. Menyedihkan bukan?

Bila kita melihat sedikit ke dunia luar, artis yang jauh lebih kaya sekalipun di dunia seperti Michael Jackson juga mengalami masalah keuangan akibat mengikuti gaya hidupnya.

Mike, panggilan akrabnya, memuaskan hasrat dengan membuat taman hiburan yang akhirnya memberatkan keuangannya.

Salah satu artis kaliber Hollywood hari ini pun ada yang tersangkut masalah hutang dan bangkrut.

Nicolas Cage pernah dikenal sebagai aktor Hollywood dengan bayaran termahal dan pemasukan hingga 40 juta dollar AS pertahunnya. Lalu ia mengalami masalah keuangan karena gaya hidup dengan membeli pulau, jet pribadi, dan hewan eksotis.

Setidaknya ada beberapa pedoman dalam mengendalikan diri agar tidak jatuh miskin dikemudian hari:

1. Hindari gaya hidup mewah

Penampilan memang sangat penting dalam sebuah pekerjaan. Dengan kemampuan yang sama, maka penampilan akan menjadi penentu dalam bisnis dan pekerjaan. Saya pun sependapat.

Jangan mengalah pada penampilan, namun siasatilah penampilan. Tidak selalu mahal artinya penampilan yang terbaik.

2. Aturan kaya dan miskin itu sederhana

Sekalipun kita berpenghasilan 1 miliar sebulan tapi berpengeluaran 10 miliar dan berhutang 10 miliar maka sebenarnya kita miskin.

Sedang berpenghasilan 1 juta namun memiliki pengeluaran 500 ribu, artinya kita kaya.
Bila kita berpenghasilan 50 juta tapi memiliki pengeluaran 50 juta maka sebenarnya kita akan miskin dengan segera.



3. Aset dan investasi

Banyak orang yang memiliki uang tidak mengenal apa itu aset bagi orang kaya. Aset adalah segala sesuatu yang menghasilkan uang, apapun itu!

Memiliki rumah mewah yang termasuk properti bukan serta merta Anda memiliki kendaraan investasi apalagi aset.

Apabila ternyata Anda berhutang dengan seluruh keringat dan air mata, memberatkan diri dengan segala jenis pengeluaran akibat tinggal di sebuah rumah mewah tentu akan membuat seseorang siapapun itu miskin segera.

Tidak heran bila gaya hidup hedonis dewasa ini diidentikkan sebagai gaya hidup artis. Gaya hidup ini ibarat bom waktu yang siap meledak dengan segala konsekuensinya.

Tidak ada kata terlambat bagi kita semua yang mulai terjebak gaya hidup nikmat sesaat dan rugi berkepanjangan.

sumber : kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar