Sabtu, 29 Juli 2017
Bentuk Kesan Pertama, Jangan Lupakan Gestur dan Kesehatan Gigi!
Gaya Hidup - Membangun kesan pertama yang baik begitu penting, terutama ketika berada dalam kondisi yang mengharuskan Anda bertemu muka dengan orang baru secara khusus. Kesan pertama begitu menentukan langkah selanjutnya bagaimana relasi Anda dengan orang tersebut.
Di dunia kerja, misalnya, ketika pertama kali mengenal rekan atau atasan baru, hal tersebut menentukan citra diri seseorang. Kondisi itu tak bisa diabaikan mengingat kesan yang terbentuk pun berlangsung cepat, bisa hanya dalam beberapa detik.
Pakar manajemen berpengaruh di dunia sekaligus pengarang buku Disrupt Yourself: Putting the Power of Disruptive Innovation to Work, Whitney Johnson mengatakan, setelah kesan pertama terbentuk maka akan sangat sulit mengubahnya.
Maka dari itu, penting rasanya untuk menentukan apa yang ingin Anda bangun ketika berada dalam kondisi tersebut. Seorang psikolog sekaligus professor dari Harvard Business School, Amy Cuddy telah meneliti lebih dari 15 tahun tentang interaksi saat kesan pertama.
Melansir dari Business Insider, Sabtu (16/1/2016), Cuddy dalam bukunya Presence mengatakan ada dua nilai yang dipertanyakan seseorang saat pertama kali bertemu.
Dalam konteks profesional di dunia kerja, kebanyakan orang mengira kesan pertama yang paling penting dibentuk adalah nilai kompetensi. Seseorang ingin diakui kalau ia pintar, berbakat, dan mampu mengurus kerjaannya ke depan.
Namun, sebelum nilai itu tercapai, ternyata ada nilai lain yang lebih penting, yaitu kepercayaan. Faktanya, keramahan atau sifat yang dapat dipercaya adalah nilai faktor yang paling penting saat seseorang mengevaluasi Anda.
“Penting untuk mengetahui kalau seseorang (itu) layak atau tidak menerima kepercayaan (dari diri) kita,” kata Cuddy.
Kenali
Untuk menciptakan kesan pertama yang sesuai harapan, ada baiknya melakukan riset sederhana terlebih dulu sebelum bertemu seseorang untuk pertama kali. Whitney Johnson menyarankan, saat pertemuan pertama di dunia kerja cari profil orang yang akan ditemui, seperti apa saja minatnya dan apa yang ia butuhkan dari Anda.
“Tujuannya adalah memperlihatkan kalau Anda mengerti dan bisa memberikan solusi atas masalahnya,” ujar Johnson mengutip dari Harvard Business Review, Senin (12/11/2016).
sumber : kompas.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar